Jurnal

  • Archipelagic Studies in Language, Literature, and Education

    Archipelagic Studies in Language, Literature, and Education (ASLLE) merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed yang berfokus pada pengembangan penelitian dan kajian kritis dalam bidang bahasa, linguistik, sastra, literasi, serta pendidikan bahasa dan sastra. Jurnal ini menyediakan ruang akademik interdisipliner bagi akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi untuk mengkaji hubungan dinamis antara bahasa, ekspresi kesastraan, kebudayaan, masyarakat, dan pendidikan dalam konteks lokal, nasional, transnasional, maupun global.

    Istilah “Archipelagic Studies” merepresentasikan orientasi intelektual jurnal terhadap keragaman, keterhubungan, mobilitas, dan pluralitas. ASLLE memandang masyarakat kepulauan—khususnya Indonesia dan berbagai wilayah multilingual, multikultural, serta memiliki keragaman geografis—sebagai ruang penting dalam produksi pengetahuan mengenai praktik kebahasaan, tradisi kesastraan, literasi, identitas budaya, dan pendidikan. Meskipun demikian, cakupan jurnal tidak dibatasi pada wilayah kepulauan. ASLLE juga menerima penelitian komparatif, lintas budaya, dan internasional yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan teori maupun metodologi dalam kajian bahasa, sastra, dan pendidikan.

    ASLLE mendorong penelitian yang mempertemukan pengetahuan lokal dengan diskursus akademik global. Perhatian khusus diberikan pada kajian mengenai multilingualisme, variasi dan perubahan bahasa, analisis wacana, sosiolinguistik, pragmatik, linguistik terapan, kajian sastra dan budaya, tradisi lisan dan tulis, sastra bandingan, sastra digital, literasi, kebijakan bahasa, pemertahanan dan revitalisasi bahasa, serta berbagai inovasi dalam pendidikan bahasa dan sastra.

    Dalam bidang pendidikan, ASLLE mempublikasikan penelitian mengenai pedagogi bahasa dan sastra, pengembangan kurikulum, desain pembelajaran, asesmen, pendidikan literasi, pendidikan guru, teknologi pendidikan, pembelajaran digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pendidikan bahasa, pembelajaran multimodal, serta berbagai isu baru yang relevan dengan perkembangan pendidikan kontemporer.

    Jurnal ini memberikan perhatian khusus pada penelitian yang membahas hubungan antara lokalitas dan globalitas, termasuk bahasa daerah dan bahasa masyarakat adat, tradisi sastra lokal, narasi budaya, lanskap linguistik, kontak bahasa, migrasi, identitas, kajian pascakolonial dan dekolonial, humaniora lingkungan, humaniora digital, serta transformasi bahasa, sastra, dan pendidikan dalam masyarakat kontemporer.

    ASLLE menerima beragam pendekatan metodologis, termasuk penelitian kualitatif, kuantitatif, mixed methods, analisis tekstual, etnografi, linguistik korpus, pendekatan komputasional, historis, komparatif, interdisipliner, dan kritis. Jurnal ini juga mendorong penelitian berbasis teori yang menawarkan perspektif orisinal, inovasi metodologis, serta kontribusi substantif terhadap perkembangan ilmu bahasa, sastra, literasi, dan pendidikan.

    Melalui publikasi penelitian yang orisinal, kritis, dan memiliki kontribusi akademik yang kuat, Archipelagic Studies in Language, Literature, and Education (ASLLE) diarahkan menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan perspektif dari Indonesia, Asia Tenggara, Global South, dan berbagai wilayah dunia. Jurnal ini diharapkan mampu membangun dialog antara tradisi intelektual lokal dan perkembangan keilmuan internasional serta berkontribusi terhadap pengembangan kajian bahasa, sastra, literasi, dan pendidikan yang inklusif, responsif terhadap keragaman budaya, dan relevan secara global.

  • Archipelagic Studies in Community Engagement and Social Innovation

    Archipelagic Studies in Community Engagement and Social Innovation (ASCESI) merupakan jurnal ilmiah internasional peer-reviewed yang berfokus pada pengembangan pengetahuan, praktik, dan perspektif kritis dalam keterlibatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, inovasi sosial, pembangunan partisipatif, dan transformasi sosial yang berkelanjutan.

    ASCESI menyediakan ruang akademik interdisipliner bagi peneliti, akademisi, praktisi pemberdayaan masyarakat, pembuat kebijakan, organisasi masyarakat sipil, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mempublikasikan penelitian dan program berbasis bukti yang menunjukkan kolaborasi bermakna dengan masyarakat, hasil yang terukur, metodologi yang kuat, keberlanjutan program, serta potensi replikasi atau pengembangan pada konteks yang lebih luas.

    ASCESI tidak diarahkan menjadi jurnal yang sekadar mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Artikel yang diterbitkan diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan masyarakat secara jelas, menggunakan pendekatan intervensi yang dapat dipertanggungjawabkan, menjelaskan keterlibatan mitra dan masyarakat, mengukur perubahan yang dihasilkan, mengevaluasi keberlanjutan program, serta menghasilkan pembelajaran atau pengetahuan yang relevan bagi pengembangan keilmuan maupun praktik pemberdayaan masyarakat.

    Istilah “Archipelagic Studies” merepresentasikan perhatian jurnal terhadap keberagaman, keterhubungan, lokalitas, mobilitas, dan kompleksitas kehidupan masyarakat pada berbagai konteks geografis dan budaya. Masyarakat Indonesia dan berbagai masyarakat kepulauan, pesisir, pedesaan, adat, multilingual, serta multikultural dipandang sebagai ruang penting bagi pengembangan pengetahuan mengenai inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Meskipun demikian, ASCESI tidak membatasi publikasi berdasarkan wilayah geografis dan terbuka bagi kontribusi ilmiah dari berbagai negara.